Laporan Ivana, Naura, Rasya
PENGARUH GADGET PADA ANAK BALITA
Oleh
1. Ivana Putri Nandy Pinto
2. Naura Fadilla
3. Rasya Apriliana Putri
SMP ISLAM RAUDHATUL JANNAH
KOTA PAYAKUMBUH 2024
KATA PENGANTAR
Penulis mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya, laporan ini dapat diselesaikan dengan baik. Laporan ini disusun sebagai salah satu tugas dalam rangka memenuhi kurikulum yang telah ditetapkan.
Dalam laporan ini, kami membahas tentang pengaruh gadget terhadap anak di bawah umur, yang bertujuan untuk membantu perkembangan anak balita. Kami berharap laporan ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan menambah pengetahuan pembaca mengenai pengaruh gadget terhadap balita.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan laporan ini. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk perbaikan di masa mendatang.
Payakumbuh, Oktober 2024
Penulis BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Gadget adalah perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus dan terus mengalami perubahan. Gadget juga disebut sebagai gawai dalam bahasa Indonesia. modernisasi menyebabkan maraknya penggunaan gadget di semua kalangan, sehingga banyak orang tua yang memberikan kewenangan bagi anaknya untuk dapat menggunakan gadget. Pada zaman sekarang gadget merupakan benda yang sangat penting dan multifungsi.
Pemberian wewenang oleh orang tua kepada anak terhadap penggunaan gadget banyak menimbulkan kontroversial diantara masyarakat. Banyak anak dibawah umur yang terpengaruh oleh gadget akibat orang tua yang membiarkan anak terbiasa bermain gadget sedari kecil terutama pada balita. Banyak orang tua yang memberikan gadget kepada anak nya agar mereka tidak merengek kepada orang tuanya. Kejadian tersebut bisa menyebabkan anak yang ketergantungan dengan gadget, seperti ketika anak ingin makan, mereka harus menonton dulu baru ingin makan. Tapi jika tidak di beri gadget, anak balita biasanya akan senangin merengek dan tidak jarang banyak yang berteriak kepada orang tuanya.
Hal itu bisa menyebabkan mata balita yang terlalu banyak terkena cahaya gadget dan bisa merusak mata. Dan perilaku anak itu yang berteriak bisa menimbulkan kemarahan pada orang tua. Penggunaan gadget yang berlebihan dapat menimbulkan dampak positif dan dampak negatif lainnya. Penggunaan gadget bagi anak dibawah umur seharusnya selalu di kontrol oleh orang tua untuk mengetahui apa saja yang di lihat anak balita. Penting bagi orang tua untuk memahami pengaruhnya terhadap perkembangan anak.
Jadi, peniliti memutuskan untuk melakukan suatu penilitian yang bertujuan agar tidak banyak lagi anak balita yang bergantung dengan gadget.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang, kami menyimpulkan tujuh rumusan masalah:
1. Apa itu gadget?
2. Bagaimana gadget bisa berpengaruh di kehidupan?
3. Apa dampak positif penggunaan gadget bagi anak di bawah umur?
4. Apa saja dampak negatif yang timbul oleh penggunaan gadget yang berlebihan?
5. Bagaimana cara orang tua agar bisa mengontrol penggunaan gadget terhadap anak?
6. Bagaimana usaha orang tua agar anak tidak mendapat pengaruh negatif dari penggunaan gadget?
7. Bagaimana cara agar orang tua bisa mengurangi penggunaan gadget terhadap anak dibawah umur?
1.3 Tujuan
Tujuan dari pengamatan ini adalah:
1. Menganalisis dampak positif dan negatif gadget terhadap anak dibawah umur.
2. Memberikan saran dan masukan kepada orang tua agar bisa menghindari pengaruh buruk dari gadget.
3. Meningkatkan kesadaran masyarakat dan orang tua tentang pentingnya pengontrolan gadget terhadap anak.
1.4 Manfaat
Manfaat dari pengamatan ini adalah:
1. Menyediakan informasi untuk masyarakat tentang pengaruh gadget terhadap anak.
2. Mendorong kesadaran masyarakat agar lebih memperhatikan perkembangan pada anak.
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Gadget
Gadget adalah istilah yang merujuk kepada perangkat elektronik yang memiliki fungsi khusus. Kata gadget sendiri berasal dari bahasa Inggris yang diartikan sebagai gawai dalam bahasa Indonesia. Selain itu, gadget juga kerap dihubungkan dengan ponsel pintar atau smartphone. Perkembangan gadget sebagai alat elektronik kemudian menjadi suatu kebutuhan.
Contohnya pada ponsel dengan sekadar menjadi alat komunikasi, kini berkembang untuk kebutuhan dan gaya hidup. Kemajuan teknologi bisa menghubungkan seseorang yang ada jauh di sana. Misalnya, kita yang tinggal di kota A, bisa menghubungi atau menjalin komunikasi dengan seseorang di kota B, sehingga komunikasi akan terjalin dengan baik. Maka dari itu, dengan teknologi kita akan mudah mengetahui keadaan atau kondisi seseorang walaupun terpisah dalam jarak yang jauh.
Nama teknologi yang berfungsi sebagai alat komunikasi tersebut adalah telepon. Biasanya telepon ini akan diletakkan di dalam rumah atau diletakkan di tempat umum (telepon umum). Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman, teknologi juga mengalami perkembangan. Telepon yang tadinya hanya bisa digunakan pada suatu tempat saja atau tidak bisa dibawa kemana-mana, kini sudah bisa digunakan di tempat yang berbeda-beda dan bisa dimasukkan ke dalam tas atau juga kantong baju atau celana. Telepon yang bisa dibawa kemana-mana tersebut dikenal dengan nama handphone atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan nama “telepon genggam”.
Handphone itu sendiri pertama kali ditemukan oleh seseorang yang bernama Martin. Handphone yang pertama kali ditemukan oleh Martin Cooper bisa dibilang sebagai handphone generasi pertama. Setelah muncul handphone generasi pertama, tahun-tahun berikutnya muncullah generasi baru.
2.2 Pengaruh Gadget di Kehidupan
Kehadiran gadget terutama dalam bentuk smartphone telah banyak memberikan kontribusi dalam kehidupan sehari-hari, gadget sebagai media pencarian informasi, melakukan interaksi, mendapatkan hiburan, bahkan hingga untuk keperluan kegiatan berbisnis secara online. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Gadget adalah salah satu produk dari teknologi ini yang telah mengubah perilaku komunikasi manusia dengan menembus ruang dan waktu.
Komunikasi yang dulunya memerlukan waktu yang lama dalam penyampaiannya, kini dengan teknologi segalanya menjadi sangat cepat dan seakan tanpa jarak.
Awalnya, teknologi diciptakan untuk mempermudah setiap kegiatan manusia. Teknologi lahir dari pemikiran manusia yang berusaha untuk mempermudah kegiatankegiatannya yang kemudian diterapkan dalam kehidupan. Kini teknologi telah berkembang pesat dan semakin canggih seiring dengan perkembangan zaman sehingga terjadi penambahan fungsi teknologi yang semakin memanjakan kehidupan manusia. Sekarang manusia berlombalomba untuk memiliki gadget karena gadget bukan hanya merupakan alat berkomunikasi, namun juga bagi masyarakat pada umumnya gadget sekaligus sebagai lifestyle (gaya hidup), tren, dan prestise.
Saat ini kurang lebih 45 juta menggunakan internet, dimana sembilan juta diantaranya menggunakan ponsel untuk mengakses internet. Padahal tahun 2001, jumlah pengguna internet di Indonesia hanya 57 setengah juta penduduk. Jumlah ini semakin bertambah karena semakin mudah didapat serta terjangkaunya harga dari handphone. manusia kurang mengerti bahwa dampak dari penggunaan gadget secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan.
Kebanyakan dari mereka baru menyadari tentang bahaya terlalu lama menggunakan gadget secara berlebihan setelah mengalami rasa sakit pada tubuhnya. Pada era teknologi, manusia secara umum memiliki gaya hidup yang tidak bisa dilepaskan dari perangkat yang serba elektronik. Teknologi telah dapat digunakan oleh manusia untuk mempermudah melaukan apapun tugas dan pekerjaan.
2.3 Dampak Positif Penggunaan Gadget bagi Anak di Bawah Umur
Peningkatan IQ, menurut penelitian yang dilakukan terhadap sekitar 9.000 siswa ini, nilai IQ generasi sekarang lebih tinggi dari generasi sebelumnya. Para ahli menghubungkan efek ini secara langsung dengan teknologi. Peningkatan jumlah produk teknologi dalam kehidupan anak-anak dan akibatnya peningkatan rangsangan berfungsi sebagai latihan untuk memungkinkan anak-anak memecahkan masalah yang lebih kompleks.
Pengembangan keterampilan mental dengan konten edukasi, permainan memori untuk anak-anak yang ingin meningkatkan daya ingat mereka, permainan perhatian untuk anak-anak yang ingin meningkatkan perhatian mereka, permainan matematika untuk anak-anak yang ingin meningkatkan kemampuan matematika mereka. Keterampilan dalam pemecahan masalah, anak-anak kreatif berhasil beradaptasi dengan dunia yang terus berubah.
Demikian juga, mereka berhasil menciptakan solusi baru untuk masalah baru yang muncul. Meningkatkan keterampilan pemecahan masalah di masa kanak-kanak akan memungkinkan mereka untuk mengatasi hambatan lebih mudah pada masa depan. Mudah mempelajari bahasa asing, anak-anak dapat belajar bahasa asing dalam waktu singkat dengan menggunakan alat online, permainan menyenangkan, dan latihan tanpa bosan. Orang tua dapat memberi mereka sumber yang tepat dan mengembangkan keterampilan bahasa mereka.
Keunggulan lainnya juga game online merupakan game yang mudah diakses serta gratis sehingga anak dapat dengan mudah mengakses game berbahasa asing tersebut kapanpun mereka mau.
2.4 Dampak Negatif Penggunaan Gadget Berlebihan
Masalah mata, penggunaan gadget terlalu lama dapat menyebabkan mata lelah, merah, penglihatan buram, mata kering, iritasi ringan, dan sakit kepala. Pada anak-anak, penggunaan gadget yang berlebihan dapat merangsang miopia atau rabun jauh. Gangguan tidur, penggunaan gadget dapat membuat otak tetap aktif dan waspada sehingga sulit untuk tidur. Gangguan kesehatan mental, kecanduan gadget dapat meningkatkan risiko depresi, gangguan kecemasan, sulit fokus, kepribadian bipolar, psikosis, dan perilaku bermasalah lainnya.
Gangguan perkembangan sosial dan emosional, penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengganggu interaksi sosial anak dengan orang lain. Hal ini dapat memengaruhi perkembangan sosial dan emosional anak. Stres orang tua, paparan konstan ke media sosial dan siklus berita 24/7 dapat menyebabkan tekanan finansial dan kecemasan pada orang tua.
2.5 Cara Orang Tua Mengontrol Penggunaan Gadget Anak
Orang tua adalah keluarga inti dan yang paling dekat dengan anak. Orang tua harus berperan aktif dalam upaya melindungi sang anak. Tapi mulai sekarang orang tua bertambah lagi tugas yang disebabkan oleh perkembangan teknologi yang sangat pesat. Pada era perkembangan teknologi masa kini orang tua suka direpotkan dengan hal tersebut salah satunya mengawasi anak-anak mereka dalam penggunaan teknologi masa kini.
Cara yang bisa diterapkan yaitu :
Dampingi sang anak, orang tua harus senantiasa mendampingi anak-anak mereka saat mereka menggunakan android.
Membatasi waktu bermain, orang tua harus memberikan waktu kapan anak boleh bermain dan kapan anak harus berhenti bermain gadget.
Parental control, dalam hal ini orang tua berusaha membatasi akses sang anak untuk menggunakan gadget tersebut, seperti membatasi situs-situs yang boleh dibuka dll. Aplikasi ini terdapat di internet dan dapat di download secara gratis.
2.6 Usaha Orang Tua Agar Anak Tidak Mendapat Dampak Negatif Gadget
Kehidupan di era modern saat ini, anak-anak sebagian besar bertempat tinggal kota besar telah dipengaruhi gadget yang membuat lebih sedikit ruang untuk berpartisipasi dalam dunia nyata. Banyak usaha yang dapat dilakukan oleh orang tua agar meminimalisir dampak negative gadget pada anak. Orang tua harus beradaptasi dengan perkembangan zaman, cara pola asuh anak zaman dahulu dan sekarang sangat berbeda. Dahulu orang tua dalam mendidik lebih mengarah pada pola asuh otoriter, namun hal ini tidak berlaku pada pola asuh anak zaman sekarang. Orang tua saat ini lebih kompleks dalam mendidik anak, jika pola asuh yang diberikan salah pada anak akan fatal dalam kehidupan anak dikemudian hari, seperti anak yang membangkang, bertindak kriminal, dan lain sebagainya.
Maka perlu orang tua dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Maka demikian, orang tua perlu memiliki wawasan luas dengan terus belajar. Sebab belajar tidak mengenal usia, jenis kelamin, pekerjaan dan lain sebagainya. Batasi waktu anak dalam menggunakan gadget, penggunaan gadget terlalu lama membuat pengguna mengalami kecanduan, sehingga mereka tanpa disadari telah menatap layar berjam-jam. orang tua hendaknya menggantikan gadget dengan Alat Permainan Edukatif (APE) sehingga anak usia dini dapat meningkatkan perkembangannya.
Namun disisi lain, agar anak tidak ketinggalan dengan teknologi, maka dalam penggunaan gadget perlu ada pemantauan dari orang tua. Sebab saat ini aktivitas apapun dibantu dengan teknologi yang semakin canggih, agar tidak tertinggal maka orang tua dapat mengenalkan gadget pada anak yang akan menjadi bagian dari manusia di era 4.0. Pemilihan konten yang aman sesuai usia anak, orang tua saat ini dibutuhkan kemampuan dalam memilihkan konten yang baik bagi anak.
Hal ini perlu dilakukan sebab, anak dapat meniru apa yang ditonton, seperti pada teori Bandura mengatakan terdapat pola asuh anak berdasarkan symbolic model, yaitu model-model yang berasal dari perumpamaan, seperti cerita tayangan televisi, bergambar, video, games dan lain sebagainya. Imbangi penggunaan gadget dengan aktivitas anak, penggunaan gadget pada anak usia dini terlalu lama membuat perkembangannya tidak optimal, sebab gadget digunakan tanpa ada aktivitas fisik di dalamnya.
Salah satu contoh pada smartphone dalam penggunaannya hanya menekan-nekan tombol sambil duduk berjam-jam. Hal ini tidak baik bagi anak usia dini, sebab akan berdampak pada anak dikemudian hari. Maka agar optimal dalam perkembangannya ajak anak dalam aktivitas fisik dengan bermain yang dapat membantu anak dalam mengeksplor pengetahuan, seperti bermain lego, lompat tali, bermain pasir sintesis, olahraga, bermain peran, dan bermain edukatif lainnya. Tetapkan Aturan Dalam Penggunaan Gadget Bagi Anak, terkadang anak lupa waktu ketika sudah bermain gadget dan orang tua menyuruh untuk berhenti pasti terdapat drama-drama pertengkaran antara anak dan orang tua.
Dari permasalahan demikian hendaknya orang tua dapat membangun komunikasi dengan anak. Jangan ketika anak bermain gadget baru diberitahu, sebaiknya orang tua memberi pengertian dalam situasi yang tenang dan tidak kacau. Ajak komunikasi anak, beritahu anak dengan baik, kemudian buatlah aturan yang pasti pada anak secara tertulis. Untuk mengenai aturan penggunaan gadget juga ikut dibuat, seperti lamanya menggunakan gadget misalnya maksimal satu jam, boleh bermain gadget setelah selesai belajar, kemudian tetapkan kapan saja anak menggunakan gadget, contoh ketika hari libur yaitu hari Minggu atau satu minggu dua kali dihari yang berbeda.
2.7 Cara Orang Tua Mengurangi Gadget Pada Anak
Batasi waktu penggunaan, tentukan durasi dan jadwal penggunaan gadget anak, misalnya 1-2 jam per hari. Awasi anak, pastikan anak tidak mengakses konten pornografi atau kekerasan saat bermain gadget. Ajak anak beraktivitas lain, ajak anak untuk melakukan aktivitas bersama, seperti membaca buku, menggambar, bermain musik, bernyanyi, berolahraga, memasak kue, atau berkebun.
Berikan contoh, Jadilah contoh yang baik bagi anak. Tetapkan area bebas gadget, tentukan area di rumah yang bebas dari gadget. Berlakukan aturan untuk seluruh anggota keluarga, buat aturan yang berlaku untuk seluruh anggota keluarga, misalnya tidak menggunakan gadget saat makan bersama. Bantu anak menemukan hobi, bantu anak menemukan hobi atau kegiatan lain yang menarik perhatian mereka selain gadget.
Berikan mainan sesuai usia, berikan mainan sesuai usia anak, seperti blok, puzzle, krayon dan buku gambar, atau permainan profesi. Komunikasikan dengan anak, jalin komunikasi dengan anak dan tingkatkan interaksi. Bersabar, anak belum tentu langsung setuju dan terbiasa dengan aturan-aturan baru, jadi perlu kesabaran ekstra.
BAB III
HASIL PENGAMATAN
Berdasarkan hasil analisis angket diperoleh data bahwa delapan puluh persen orang tua tidak setuju dan 20% orang tua sangat tidak setuju anaknya diperkenalkan dengan gadget sejak usia dini. Sebab orang tua berpendapat bahwa anak usia dini belum layak diperkenalkan dengan gadget sebab banyak memberikan dampak negatif pada anak. Delapan puluh persen orang tua tidak setuju dan 20% orang tua sangat tidak setuju bahwa gadget bisa membantu perkembangan anak secara positif. Orang tua berpendapat bahwa gadget tidak dapat membantu perkembangan anak secara positif, bahkan gadget membuat perkembangan anak menjadi buruk seperti anak suka menyendiri, berperilaku keras, dan emosional.
Enam puluh persen orang tua sangat tidak setuju dan 40% orang tua tidak setuju bahwa gadget bisa menjadi alat pendidikan yang efektif bagi anak berumur di bawah lima tahun. Menurut keterangan orang tua, seharusnya anak usia dini membutuhkan benda konkrit sebagai alat pendidikan untuk memicu perkembangan otaknya. Dua puluh persen orang tua setuju, 40% orang tua netral, 20% orang tua tidak setuju, dan 20% orang tua sangat tidak setuju penggunaan gadget dapat membantu menenangkan anak ketika rewel. Orang tua yang cenderung tidak setuju berpendapat bahwa walaupun penggunan gadget dapat membantu menenangkan anak ketika rewel, akan banyak dampak negatif ketika hal itu terus menerus dilakukan. Anak akan berpikir jika ia merengek maka ia bisa menggunakan gadget dan hal itu akan berdampak buruk terhadap emosional anak di masa depannya.
Seratus persen orang tua sangat tidak setuju dengan penggunaan gadget lebih banyak manfaat dari pada resikonya bagi anak. Orang tua sudah memiliki pemahaman bahwasanya gadget memiliki banyak sekali dampak buruk bagi anak. Gadget merupakan teknologi yang efektif dan sangat efisien bagi orang dewasa tetapi tidak baik bagi anak yang sedang berada dalam masa pertumbuhan. Anak dalam masa tumbuh kembang memerlukan gerakan motorik dengan lebih aktif sekaligus perlu bersosialisasi dengan lingkungan.
Menggunakan gadget terlalu lama dapat memengaruhi kesehatan fisik, mental, dan emosional anak usia dini. Menonton layar gadget secara terus menerus dan lupa waktu akan meningkatkan risiko mata lelah. Anak yang kecanduan gadget pun akan sulit tidur dan susah fokus. Masalah mental lainnya yang mungkin timbul antara lain kecemasan, kesepian, rasa bersalah, dan perubahan suasana hati.
Penggunaan gadget berlebih juga berisiko autisme pada anak-anak. Tidak sedikit anak yang menjadi agresif dan mudah marah jika orang tua tidak membolehkannya untuk bermain gadget. Hal ini bisa menghambat tumbuh kembangnya dalam hal menahan diri, berpikir, dan mengendalikan emosi. Untuk mengatasi kecanduan gadget pada anak, orang tua dapat membatasi akses penggunaan gadget bagi anak. Tentukan durasi dan jadwal untuk bermain gadget, misalnya 1-2 jam dalam sehari. Dan, awasi juga anak saat bermain gadget agar ia tidak mengakses konten pornografi atau kekerasan.
Kontrol penggunaan gadget oleh orang tua kepada anak sangat penting. Jika orang tua tidak mengontrol penggunaan gadget bagi anak, akan banyak dampak negatif yang didapat oleh anaknya di kemudian hari.
BAB IV
PENUTUPAN
4.1 Kesimpulan
Gadget memang memiliki dampak positif bagi pola pikir anak yaitu membantu anak dalam mengolah strategi dalam permainan dan membantu meningkatkan kemampuan otak kanan anak. Tetapi di balik kelebihan tersebut juga dapat berdampak negatif bagi perkembangan anak. Berbagai radiasi di dalam gadget bisa merusak jaringan syaraf dan otak anak jika anak sering menggunakan gadget. Gadget juga dapat menurunkan daya aktif anak dan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan orang lain. Anak menjadi kurang interaktif dan lebih suka menyendiri dengan zona nyamannya bersama gadget.
Kecanduan gadget pada anak dapat menimbulkan sikap individualis dan kurangnya sikap peduli terhadap sesama baik terhadap orang tua teman, maupun orang lain. Gadget dapat memengaruhi tumbuh kembang otak anak dalam masa pertumbuhannya.
Penggunaan gadget pada anak usia dini berpengaruh negative terhadap perkembangan anak. Peran orangtua sangat penting dan berpengaruh kepada anaknya untuk mengatasi penggunaan gadget saat ini.
4.2 Saran
Orang tua dapat menerapkan batas waktu, orang tua dapat menetapkan durasi penggunaan gadget yang terbatas setiap harinya. Libatkan anak dalam kegiatan mendukung perkembangan mereka, seperti bermain di luar, membaca buku, atau melakukan permainan kreatif. Orang tua juga dapat menunjukkan contoh yang baik dengan tidak terlalu sering menggunakan gadget di hadapan anak karena anak cenderung meniru perilaku orang tuanya, sehingga penting bagi orang tua untuk memberikan contoh yang positif terhadap anak.
DAFTAR PUSTAKA
Sofyan. (2021). “ Pengertian gadget. “ Gramedia Blog, 19 Juni. Di akses pada 20 Oktober
2024. https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-gadget/
Junierrisa, M. (2018). ” Pengaruh gadget bagi kehidupan. “ Jurnal Kopasta, 2 Mei. Di akses pada 20 Oktober 2024. https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/kopastajournal/article/view/1521/1
Saffa, S. (2022). “ Dampak positif penggunaan gadget bagi anak di bawah umur. “ Fimela Reporter, 30 Mei. Di akses pada 20 Oktober 2024. https://www.fimela.com/parenting/read/4938032/orangtua-harus-tau-dampak-positifdari-penggunaan-gadget-pada-anak
Pandu, A. (2022). “ Dampak negatif penggunaan gadget berlebihan. “ Gramedia Blog, 12 Februari. Di akses pada 20 Oktober 2024. https://www.gramedia.com/best-seller/akibat-penggunaan-gadget-berlebihan/
Merry, D. (2023). ” Cara orang tua mengontrol gadget pada anak. ”Alodokter, 4 Mei. Di akses pada 20 Oktober 2024.
https://www.alodokter.com/ini-cara-mengatasi-anak-yang-kecanduan-gadget
Nugroho, R. (2022). “ Usaha orang tua agar anak tidak mendapat dampak negatif gadget. “ Semantic Scholar, 6 Juni. Di akses pada 20 Oktober 2024. https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=usaha+orang+tua+agar+a nak+tidak+mendapat+pengaruh+negatif+gadget&btnG=#d=gs_qabs&t=172983103156
5&u=%23p%3DI0zXyPrgLSUJ
H, I. (2023). “ Cara orang tua mengurangi gadget pada anak. ” Initiative Human, 15 Juli. Di akses pada 20 Oktober 2024. https://human-initiative.org/peran-orang-tua-untuk-menghindari-anak-kecanduangadget/
Komentar
Posting Komentar